23 Agustus 2026

Son Heung-min Boikot Media Korsel di Piala Dunia 2026, KFA Beri Dukungan

Son Heung-min Boikot Media

Guadalajara, HAWA – Kapten tim nasional Korea Selatan, Son Heung-min, menolak berbicara dengan media negaranya di Guadalajara, Meksiko, pada Juni 2026. Aksi Son Heung-min boikot media ini terjadi setelah kemenangan Korea Selatan 2-1 atas Republik Ceko di laga pembuka Piala Dunia 2026. Penolakan ini dipicu oleh bocornya rekaman berisi komentar merendahkan dari dua reporter terkait status bebas wajib militernya.

Rekaman yang bocor menunjukkan dua jurnalis diduga mengejek status bebas wajib militer Son. Pemain berusia 33 tahun ini memperoleh status tersebut setelah meraih medali emas Olimpiade 2018. Kontroversi ini segera menjadi perbincangan hangat dan menyebabkan Son Heung-min boikot media.

Seluruh skuad Korea Selatan menunjukkan solidaritas penuh kepada Son Heung-min dengan ikut melakukan boikot media domestik. Langkah ini menekan pihak media dan menunjukkan dukungan kuat dari rekan-rekan setim. Hal ini juga menjadi bentuk protes atas insiden yang dialami kapten mereka.

Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) merespons insiden ini dengan mengeluarkan pernyataan resmi. KFA mengecam keras komentar tidak pantas tersebut dan menyatakan bahwa hal itu menimbulkan kekecewaan besar bagi tim. Pernyataan resmi ini menggarisbawahi keseriusan masalah Son Heung-min boikot media.

“Dengan rasa tanggung jawab mewakili Korea Selatan di panggung dunia, Taegeuk Warriors melakukan yang terbaik untuk membalas dukungan rakyat. Namun kebocoran percakapan tidak pantas ini menimbulkan kekecewaan besar,” kata KFA.

Meski kepala delegasi pers telah mengundurkan diri dan Son Heung-min menerima permintaan maaf langsung, ia belum memastikan kapan boikot media akan berakhir. Kontroversi ini menjadi isu besar di Korea Selatan, memicu perdebatan publik tentang etika media dan pentingnya dukungan kepada tim nasional.

“Saya menerima permintaan maaf, tetapi keputusan terkait media akan kami ambil bersama tim,” kata Son Heung-min, kapten Korea Selatan.

Hingga Juni 2026, Son Heung-min dan tim Korea Selatan masih melanjutkan boikot terhadap media domestik. Kemenangan awal di Piala Dunia 2026 menempatkan mereka dalam posisi baik di grup, namun isu internal akibat insiden ini dapat mempengaruhi persiapan laga berikutnya.