Dallas, HAWA – Hasil imbang dramatis 2-2 mewarnai laga pembuka Grup F Piala Dunia 2026 antara Timnas Belanda dan Jepang di Dallas Stadium, Arlington, Texas, pada Senin 15 Juni 2026 dini hari WIB. Pertandingan ini sangat penting bagi perjalanan Belanda Piala Dunia 2026, di mana De Oranje sempat unggul dua kali sebelum Samurai Blue bangkit dan menyamakan kedudukan, menjaga rekor tak terkalahkan Belanda di laga pembuka sejak 1938.
Pertandingan berlangsung sengit dengan Belanda membuka keunggulan melalui gol sundulan Virgil van Dijk pada menit ke-51. Namun, Jepang cepat membalas lewat Keito Nakamura di menit ke-57. Crysencio Summerville sempat membawa skuad Belanda Piala Dunia 2026 kembali memimpin pada menit ke-64, sebelum gol telat Daichi Kamada di menit ke-88 memastikan skor akhir 2-2.
Secara statistik, Belanda mendominasi penguasaan bola hingga 60%, namun Jepang tampil efektif dalam serangan balik. Hasil ini secara mengejutkan menempatkan Jepang di puncak klasemen Grup F berkat aturan fair play, setelah mereka menerima lebih sedikit kartu kuning. Bagi Belanda Piala Dunia 2026, hasil ini merusak catatan sempurna mereka melawan wakil Asia di Piala Dunia, yang sebelumnya selalu berakhir dengan kemenangan.
“Mereka terus mengawasi saya sepanjang waktu, tetapi untungnya bola jatuh dengan baik. Selalu menyenangkan ketika Anda bisa memberikan dampak seperti itu. Babak pertama sangat sulit karena mereka bermain sangat rapat,” kata Virgil van Dijk, Kapten Belanda, usai pertandingan.
Sementara itu, Pelatih Jepang Hajime Moriyasu menunjukkan fleksibilitas timnya. “Kami harus fleksibel. Idealnya kami bermain sesuai filosofi, tapi melawan Belanda kami harus siap menghadapi hal-hal yang mereka sukai,” ujarnya.
Jurnalis Belanda, Valentijn Driessen, sebelumnya tidak meragukan kekuatan tim Oranje. “Saya tidak meragukan hasil pertandingan pembuka Belanda melawan Jepang. Oranje punya kualitas untuk mengatasi ujian ini,” ungkapnya.
Laga antara Belanda Piala Dunia 2026 melawan Jepang ini menjadi salah satu pertandingan paling dramatis di awal turnamen, menegaskan status Jepang sebagai “dark horse” yang patut diwaspadai. Belanda gagal mengamankan tiga poin penuh meski unggul dua kali, sementara Jepang membuktikan ketangguhan mentalnya dengan bangkit hingga menit akhir. Hasil ini membuka persaingan ketat di Grup F, menjanjikan laga-laga berikutnya yang penuh kejutan.





