23 Agustus 2026

Wasit Ismail Elfath Pimpin Semifinal Piala Dunia 2026, Inggris vs Argentina Penuh Sorotan

Wasit Ismail Elfath

ATLANTA, HAWA – FIFA telah resmi menunjuk Wasit Ismail Elfath asal Amerika Serikat untuk memimpin laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris melawan Argentina pada Kamis, 16 Juli 2026 dini hari WIB, di Mercedes-Benz Stadium. Penunjukan Wasit Ismail Elfath ini langsung memicu sorotan tajam mengingat riwayat kontroversi VAR yang membayangi Argentina sepanjang turnamen.

Wasit Ismail Elfath, yang berusia 44 tahun dan berlisensi FIFA sejak 2016, akan dibantu oleh Corey Parker dan Kyle Atkins sebagai hakim garis. Ini adalah penugasan keempat baginya di Piala Dunia 2026, setelah sebelumnya memimpin laga Jepang vs Belanda (tanpa kartu), Uruguay vs Spanyol (6 kartu kuning, 1 kartu merah), dan Brasil vs Norwegia (tanpa kartu).

Keputusan FIFA menunjuk Wasit Ismail Elfath, yang berasal dari konfederasi Concacaf, menandai kali kedua seorang wasit dari wilayah tersebut memimpin laga empat besar Piala Dunia 2026. Penunjukan ini dianggap strategis, dengan harapan ia dapat menjaga netralitas dan integritas pertandingan yang krusial ini. Publik dan para pengamat sepak bola akan memantau ketat setiap keputusannya.

Duel klasik Inggris versus Argentina selalu menjanjikan tensi tinggi dan drama. Terakhir kali kedua raksasa sepak bola ini bertemu di Piala Dunia adalah pada tahun 2002. Sejarah pertemuan mereka diwarnai oleh momen-momen kontroversial seperti “Gol Tangan Tuhan” Diego Maradona pada 1986 dan kartu merah David Beckham di 1998.

Argentina, sang juara bertahan, berhasil melaju ke semifinal dengan diwarnai beberapa keputusan VAR yang menimbulkan perdebatan, terutama dalam pertandingan melawan Aljazair, Mesir, dan Swiss. Hal ini membuat kepemimpinan Wasit Ismail Elfath akan berada di bawah mikroskop, khususnya dalam penerapan teknologi VAR.

Di sisi lain, Inggris lolos setelah menyingkirkan Norwegia, dengan skuad yang dipimpin oleh Thomas Tuchel sebagai pelatih serta Jude Bellingham dan Harry Kane sebagai motor serangan. Sementara itu, Argentina masih mengandalkan pengalaman Lionel Messi (39 tahun) dan Enzo Fernández, meskipun sorotan publik terhadap tim bisa memengaruhi psikologis pemain mereka.

Tugas berat menanti Wasit Ismail Elfath untuk memastikan konsistensi dalam setiap keputusan, khususnya yang melibatkan sistem VAR, demi menghindari potensi kontroversi lebih lanjut. Ia harus mampu menjaga kendali penuh atas jalannya pertandingan, yang diprediksi akan berlangsung sangat sengit dan penuh emosi, mengingat sejarah panjang rivalitas kedua tim.