LOS ANGELES, HAWA – Pengadilan Amerika Serikat resmi memenangkan gugatan federasi sepak bola dunia terkait larangan bendera Iran versi pre-revolusi selama gelaran Piala Dunia 2026. Hakim di Los Angeles menetapkan bahwa penonton dilarang mengibarkan bendera bermotif singa dan matahari tersebut di dalam area stadion karena dianggap melanggar regulasi politik.
Keputusan sidang mendadak pada 15/06 ini dilakukan guna merespons gugatan yang diajukan oleh kelompok pendukung yang tergabung dalam Institute for Voice of Liberty. Larangan bendera Iran tersebut berlaku efektif mulai pertandingan pembuka grup antara Iran melawan Selandia Baru di SoFi Stadium pada 19/06 mendatang.
Pihak FIFA menegaskan bahwa segala bentuk materi yang bersifat politik, menyinggung, atau diskriminatif dilarang masuk ke dalam tribun stadion. Bendera pre-revolusi Iran dinilai memiliki muatan politik historis yang berkaitan dengan rezim Shah yang digulingkan pada tahun 1979.
“Free speech is incredibly important, it is sacred, a bedrock of our society, but it is not without limitation, such as private actor, on private property, and as shown by previous cases, regulating in reasonable way. I deny the application,” kata Curtis A. Kin, Hakim Los Angeles County Superior Court.
Hakim Curtis juga mempertimbangkan beban operasional yang akan dihadapi oleh sekitar 2.500 staf keamanan di stadion jika protokol diubah secara mendadak. Menurut pengadilan, stadion merupakan properti privat di mana kebebasan berpendapat dapat dibatasi secara wajar demi ketertiban umum.
“They are ticket holders, with a right to attend game with their own flag. This is being violated. It may be trivial to many, to them it is critical,” kata Shahrokh Mokhtarzadeh, Pengacara yang mewakili pendukung Iran.
Komunitas Iran di California menyayangkan putusan tersebut karena banyak dari mereka enggan menggunakan bendera resmi Republik Islam Iran. Akibat ketegangan politik yang meningkat, tim nasional Iran bahkan harus memindahkan pusat pelatihan mereka dari Arizona ke wilayah Tijuana di Meksiko.





