AMERIKA SERIKAT, HAWA – Legenda sepak bola Belanda, Rafael van der Vaart, kini menghadapi kecaman keras setelah melontarkan komentar rasis Rafael van der Vaart yang ditujukan kepada para pemain Jepang di ajang Piala Dunia 2026. Insiden ini terjadi saat sang pundit memberikan analisis pertandingan yang berakhir imbang 2-2 antara Belanda melawan Jepang.
Van der Vaart mengkritik bek Micky van de Ven yang dianggap kehilangan fokus saat mengawal pemain Jepang, Ogawa. Namun, penjelasan teknis tersebut berlanjut pada pernyataan kontroversial yang menyinggung stereotip rasial terhadap orang Asia. Ia menyebutkan bahwa para pemain Jepang memiliki wajah yang serupa sehingga sulit dibedakan di lapangan.
“Mereka [pemain Jepang] terlihat mirip, tentu saja. Mungkin dia [Van de Ven] mengira hal itu. Saya hampir tidak berani mengatakan apa pun,” kata Rafael van der Vaart, Pundit Sepak Bola.
Ungkapan tersebut segera memicu gelombang protes besar di media sosial tak lama setelah siaran berakhir. Banyak pihak menilai komentar rasis Rafael van der Vaart sangat tidak pantas dan merusak sportivitas di panggung FIFA Piala Dunia 2026. Para penggemar dari berbagai negara menuntut tindakan tegas agar sang pengamat tidak lagi diberi ruang di layar kaca.
Pertandingan itu sebenarnya berjalan sangat sengit dengan gol dari Virgil van Dijk dan Crysencio Summerville untuk Belanda. Jepang berhasil menyamakan kedudukan melalui Keito Nakamura dan gol dramatis Daichi Kamada di menit ke-89. Sayangnya, kegembiraan atas hasil pertandingan tersebut tertutup oleh kontroversi komentar rasis Rafael van der Vaart yang dinilai melukai perasaan banyak orang.
Hingga saat ini, pihak stasiun televisi maupun federasi sepak bola terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai potensi sanksi. Namun, sentimen negatif terus mengalir di internet dengan desakan agar rasisme dalam bentuk apa pun dihilangkan dari dunia sepak bola. Publik berharap ada langkah nyata untuk menangani perilaku diskriminatif seperti ini di masa depan.






