NEW JERSEY, HAWA – Simulasi Final Piala Dunia 2026 yang dilakukan oleh supercomputer Opta menunjukkan Spanyol lebih diunggulkan untuk mengangkat trofi dibandingkan Argentina. Dalam 10.000 skenario yang dijalankan, tim Matador memiliki peluang menang sebesar 56,31 persen menjelang laga di MetLife Stadium pada 19/07. Kekuatan lini belakang menjadi alasan utama mengapa Spanyol diprediksi mampu meredam ambisi juara bertahan.
Keunggulan Spanyol didasari oleh catatan pertahanan yang sangat luar biasa sepanjang turnamen berlangsung di Amerika Serikat. Skuad ini tercatat hanya kebobolan satu gol dari seluruh rangkaian pertandingan menuju partai puncak. Kondisi tersebut menjadi tantangan berat bagi Lionel Messi yang tetap menjadi tumpuan utama serangan Argentina dalam upaya mempertahankan gelar.
“Berdasarkan 10 ribu simulasi yang dilakukan supercomputer Opta, Spanyol memiliki peluang 56,31 persen untuk menjadi juara dunia,” tulis laporan media terkait data Opta tersebut.
Meskipun Spanyol diunggulkan, Argentina tetap membawa modal sebagai tim paling produktif dengan torehan 19 gol sepanjang turnamen. Lionel Messi tercatat sudah mengoleksi total 18 gol di kancah dunia dan menjadi pemain dengan tendangan tepat sasaran terbanyak bagi timnya. Namun, Simulasi Final Piala Dunia 2026 tetap menempatkan kestabilan organisasi permainan Spanyol sebagai faktor penentu kemenangan.
“Messi memang bermain luar biasa, tetapi terus menerus menggantungkan asa pada magisnya tentu keliru,” tulis laporan ANTARA mengenai potensi kebuntuan serangan tim Tango.
Lini tengah yang dikawal Rodri dan Pedri diprediksi akan mematikan ruang gerak Messi agar tidak bisa mendekati area berbahaya di depan gawang Unai Simon. Spanyol juga memiliki modal rekor 37 pertandingan internasional tanpa kekalahan yang memperkuat posisi mereka di atas kertas. Jika Simulasi Final Piala Dunia 2026 ini terbukti akurat, Spanyol akan memenangkan duel taktik melalui penguasaan bola yang dominan.






