Kansas City, HAWA – Lionel Messi kembali mengukir sejarah pada 17 Juni 2026, mencetak hat-trick ke gawang Aljazair di laga pembuka Grup J Piala Dunia 2026 di Arrowhead Stadium, Kansas City. Kemenangan Argentina 3-0 ini membuat Messi samai rekor Klose sebagai pencetak gol terbanyak Piala Dunia dengan 16 gol, namun kontroversi muncul setelah jurnalis Inggris Piers Morgan menilai Messi seharusnya diusir wasit.
Megabintang berusia 39 tahun itu mencetak gol pada menit ke-17, 60, dan 75, memastikan awal yang sempurna bagi Argentina dalam kampanye Piala Dunia mereka. Ini juga menandai penampilan keenam Messi di turnamen sepak bola terbesar itu, sebuah rekor baru, dan penampilan ke-200 bersama tim nasional Argentina. Dengan torehan gol tersebut, Messi samai rekor Klose yang sebelumnya dipegang oleh legenda Jerman Miroslav Klose.
Meski performa gemilang, insiden kontroversial mewarnai penampilan Messi. Piers Morgan, jurnalis asal Inggris yang dikenal vokal, mengklaim bahwa Messi seharusnya mendapat kartu merah karena melakukan pelanggaran keras terhadap bek Aljazair, Aïssa Mandi, di babak pertama. Morgan menegaskan bahwa pelanggaran tersebut berpotensi mencederai Mandi secara serius dan mencoreng momen ketika Messi samai rekor Klose.
“Brilliant performance, but he should have been sent off… could have broken the guy’s leg,” kata Piers Morgan.
Pendapat Morgan didukung oleh beberapa pundit ESPN, Nedum Onuoha dan Ale Moreno, yang juga merasa Messi beruntung lolos dari hukuman berat. Insiden ini, yang tidak ditinjau oleh VAR, memicu perdebatan sengit di media sosial mengenai keadilan keputusan wasit di tengah momen bersejarah tersebut.
Komentar Piers Morgan dengan cepat menuai kritik dari penggemar sepak bola di seluruh dunia. Banyak yang menuduh Morgan, yang dikenal sebagai pendukung setia Cristiano Ronaldo, sengaja mencari celah untuk meremehkan pencapaian Messi. Perdebatan abadi antara penggemar Messi dan Ronaldo pun kembali memanas.
“Get a grip, Piers. Appreciate greatness, you won’t die,” tulis seorang penggemar di platform X.
Di sisi lain, Messi sendiri tampak menikmati momen spesial ini. Ia dinobatkan sebagai Player of the Match dan menerima standing ovation dari 76.416 penonton di Arrowhead Stadium. Ia menyebut pencapaian ini sebagai “bonus” dalam karier panjangnya.
“To enjoy this with my family, with my teammates, the ones who are always there, is a really beautiful moment,” kata Lionel Messi.
Kemenangan telak 3-0 ini juga menjadi awal yang positif bagi Argentina, melanjutkan tren positif dengan 14 kemenangan dari 16 laga terakhir. Sementara itu, Aljazair harus menelan kekalahan dan memperpanjang rekor buruk mereka di Piala Dunia, dengan hanya satu kemenangan sejak edisi 1982. Kontroversi yang melibatkan keputusan wasit dan absennya tinjauan VAR oleh Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) tetap menjadi topik hangat di pertandingan ini, meskipun Messi samai rekor Klose.






