20 Juni 2026

Kontroversi Messi: Pundit ESPN Tegaskan Bintang Argentina Harusnya Kartu Merah

Kontroversi Messi Kartu Merah

KANSAS CITY, HAWA – Lionel Messi menjadi sorotan setelah mencetak hat-trick bersejarah saat Argentina mengalahkan Aljazair 3-0 dalam laga pembuka Grup J Piala Dunia 2026 di Arrowhead Stadium, Kansas City, pada 17 Juni 2026. Namun, kemenangan tersebut diwarnai kontroversi Messi kartu merah, di mana sang megabintang Argentina lolos dari hukuman atas pelanggaran keras terhadap Aïssa Mandi tanpa tinjauan VAR.

Pertandingan yang berlangsung sengit itu menyaksikan Messi menorehkan namanya di buku sejarah dengan golnya pada menit ke-17, 60, dan 75. Hat-trick ini tidak hanya mengamankan kemenangan 3-0 bagi Argentina, tetapi juga membuat Messi menyamai rekor Miroslav Klose sebagai pencetak gol terbanyak di Piala Dunia dengan 16 gol. Meski demikian, insiden kontroversi Messi kartu merah menjadi pembahasan utama.

Insiden yang memicu perdebatan terjadi saat Messi melakukan pelanggaran keras terhadap bek Aljazair, Aïssa Mandi. Wasit asal Polandia, Szymon Marciniak, memutuskan untuk tidak memberikan kartu kepada kapten Argentina tersebut. Yang lebih mengejutkan, Video Assistant Referee (VAR) juga tidak meninjau ulang kejadian tersebut, memperkuat dugaan adanya perlakuan istimewa terkait kontroversi Messi kartu merah.

Keputusan wasit dan absennya tinjauan VAR segera memicu reaksi keras dari para pengamat dan fans. Pundit sepak bola ESPN, Nedum Onuoha, secara terang-terangan menyatakan bahwa insiden tersebut seharusnya berujung pada kartu merah untuk Messi.

“It should have been a red card… the moment was missed,” kata Nedum Onuoha.

“It feels like the moment was missed… I personally think that’s worthy of a red,” tambahnya.

Pandangan serupa juga disampaikan oleh pundit ESPN lainnya, Ale Moreno, yang menegaskan bahwa pelanggaran Messi jelas-jelas pantas diganjar kartu merah. Moreno bahkan menyoroti isu perlakuan istimewa terhadap pemain bintang.

“100% a red card. Preferential treatment for great players is concerning,” kata Ale Moreno.

“As much as I love Messi, that was a clumsy challenge… should have been a red card,” tegas Moreno.

Di media sosial, kemarahan fans tak terelakkan. Banyak yang menuduh turnamen telah “diatur” dan menilai Messi mendapat perlakuan istimewa karena statusnya sebagai ikon global. Komentar pedas membanjiri lini masa, menggarisbawahi kontroversi Messi kartu merah yang kian memanas.

“Messi escaping red. No VAR check. Just give Argentina the trophy,” tulis salah seorang fans di media sosial.

Meskipun Messi dinobatkan sebagai Player of the Match dan memperkuat peluangnya meraih Ballon d’Or kesembilan, kontroversi kartu merah ini berpotensi mencoreng momen bersejarah tersebut. Insiden ini juga kembali memanaskan perdebatan antara fans Messi dan Cristiano Ronaldo, sekaligus mempertanyakan kredibilitas VAR dan FIFA sebagai badan pengatur sepak bola dunia.