Dallas Stadium, Arlington, Texas, HAWA – Menjelang laga pembuka Grup L Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Kroasia pada 17 Juni 2026, Thomas Tuchel kembali memicu perdebatan dengan Keputusan Tuchel Trent Alexander-Arnold tidak dipanggil ke skuad. Alih-alih memanggil bek Real Madrid tersebut untuk menggantikan Tino Livramento yang cedera, Tuchel justru memilih Trevoh Chalobah dari Chelsea untuk memperkuat lini belakang.
Pemain bintang Real Madrid, Trent Alexander-Arnold, diketahui sudah tidak masuk daftar 26 pemain Timnas Inggris sejak Mei 2026. Absennya ia dalam daftar skuad terkini kian dipertegas setelah bek Newcastle United, Tino Livramento, dipastikan menepi karena cedera betis yang memerlukan waktu pemulihan 4-5 minggu. Situasi ini seharusnya membuka peluang bagi Trent, namun Keputusan Tuchel Trent Alexander-Arnold tetap tidak dipanggil.
Thomas Tuchel menjelaskan bahwa alasan utama di balik keputusannya tidak memanggil Trent Alexander-Arnold adalah logistik dan jaminan menit bermain. Menurutnya, tidak jelas posisi Trent saat ini, sehingga sulit memastikan kedatangannya tepat waktu. Lebih lanjut, pelatih Inggris itu enggan membawa pemain dengan nama besar jika ia tidak dapat menjamin waktu bermain reguler di lapangan, sebuah prinsip yang mendasari banyak Keputusan Tuchel Trent Alexander-Arnold.
Sebagai pengganti Livramento, Tuchel memilih Trevoh Chalobah. Pemanggilan Chalobah dinilai memberikan fleksibilitas di lini belakang, memungkinkan Quansah dan Spence untuk tetap bermain di posisi full-back. Keputusan ini menunjukkan prioritas Tuchel pada keseimbangan tim dan kemampuan adaptasi pemain. Hal ini menjadi bagian penting dalam diskusi mengenai Keputusan Tuchel Trent Alexander-Arnold.
“Ada dua alasan: logistik dan menit bermain. Tuchel tak ingin membawa superstar jika hanya duduk di bangku cadangan,” kata Rob Dorsett, koresponden Sky Sports, mengomentari situasi terkait.
“Kami memanggil Chalobah karena bisa memberi fleksibilitas di lini belakang. Keputusan ini untuk menjaga keseimbangan tim,” kata Thomas Tuchel, menjelaskan dasar pemikirannya.
Meskipun Trent Alexander-Arnold secara luas dianggap sebagai salah satu bek kanan terbaik di dunia, ia kembali diabaikan oleh Tuchel. Keputusan ini telah memicu banyak pertanyaan dari para penggemar dan pundit sepak bola, yang sebagian besar menilai Tuchel terlalu konservatif. Federasi Sepak Bola Inggris (FA Inggris) berharap kontroversi seputar Keputusan Tuchel Trent Alexander-Arnold ini tidak mengganggu performa tim di laga pembuka penting melawan Kroasia.
Secara positif, langkah Tuchel ini dianggap mampu menjaga harmoni skuad dan menghindari potensi konflik ego antar pemain bintang. Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan tim yang solid dan fokus pada tujuan bersama tanpa distraksi.
Namun, di sisi lain, Keputusan Tuchel Trent Alexander-Arnold ini bisa berpotensi melemahkan kualitas teknis Timnas Inggris, terutama dalam sektor umpan silang dan build-up serangan dari belakang yang merupakan kekuatan utama Trent. Dengan skuad yang cenderung lebih defensif menghadapi Kroasia, absennya Trent bisa menjadi bahan kritik jika hasil akhir tidak sesuai ekspektasi.






