DALLAS, HAWA – Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) memberlakukan aturan FIFA Piala Dunia 2026 yang lebih ketat mengenai perilaku suporter, mengancam fans tim nasional Inggris dengan sanksi pengeluaran dari stadion jika melanggar larangan chant ofensif dan atribut diskriminatif. Ancaman ini menjadi sorotan jelang laga pembuka Grup L antara Inggris dan Kroasia pada Rabu 17 Juni 2026 di Dallas Stadium, Arlington, Texas.
Aturan baru ini secara spesifik melarang chant ofensif atau diskriminatif, termasuk nyanyian seperti “Keir Starmer’s a w***er” yang sering terdengar di laga Inggris. Selain itu, bendera dengan simbol militer atau siluet tentara bersenjata juga dilarang, begitu pula bendera berukuran lebih dari 2m x 1,5m tanpa persetujuan tertulis dari FIFA. Penerapan aturan FIFA Piala Dunia 2026 ini bertujuan menjaga citra turnamen global.
Konsekuensi bagi pelanggar aturan sangat serius; fans yang terbukti melanggar dapat langsung dikeluarkan dari stadion. Bagi Federasi Sepak Bola (FA) Inggris, pelanggaran ini bisa berujung pada denda finansial yang sangat besar, berpotensi mencapai jutaan dolar. Kekhawatiran FA cukup beralasan mengingat besarnya denda yang pernah dijatuhkan FIFA sebelumnya.
Preseden serupa terjadi ketika Federasi Sepak Bola Meksiko didenda lebih dari USD 1 juta akibat chant homofobik dari para pendukungnya. Ironi aturan FIFA Piala Dunia 2026 ini memicu reaksi publik, di mana seorang fans Inggris menyebutnya “gila” karena di Amerika Serikat warga bisa membeli senjata dengan izin, namun bendera memorial dianggap ofensif.
“Banners, flags, apparel or clothing deemed to be offensive, discriminatory or political akan dilarang masuk stadion,” kata FIFA terkait aturan baru tersebut.
“It’s madness! Saya bisa beli senjata di Walmart, tapi tidak boleh membawa bendera untuk menghormati tentara,” kata seorang fans Inggris kepada Daily Mail, mengekspresikan kekecewaannya.
FA Inggris menyatakan kekhawatiran serius bahwa fans mereka mungkin melanggar aturan, sehingga federasi terpaksa menanggung denda besar. Sementara itu, banyak suporter Inggris yang sudah menghabiskan ribuan poundsterling untuk perjalanan ke AS merasa terancam dengan potensi ejeksi yang bisa merusak pengalaman Piala Dunia mereka. Ini menjadi tantangan besar dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Di satu sisi, aturan FIFA Piala Dunia 2026 ini positif untuk menjaga Piala Dunia sebagai ajang yang inklusif dan bebas diskriminasi. Namun, di sisi lain, aturan ini berpotensi membatasi ekspresi fans dan menimbulkan kontroversi, terutama larangan bendera memorial yang dianggap wujud penghormatan. Fans Inggris perlu sangat berhati-hati untuk menghindari sanksi dan ketegangan.
Setelah menghadapi Kroasia di Dallas, skuad Tiga Singa akan melanjutkan perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Ghana di Boston dan Panama di New Jersey. Konsentrasi pada pertandingan di lapangan akan diuji oleh potensi masalah perilaku suporter ini.






