DALLAS, HAWA – Bintang Selecao, Bernardo Silva Portugal menjadi sasaran kemarahan publik setelah dianggap sebagai biang keladi tersingkirnya tim nasional mereka dari Piala Dunia usai kalah tragis 0-1 dari Spanyol di Dallas Stadium. Masuknya sang gelandang sebagai pemain pengganti di babak kedua justru dianggap merusak ritme permainan tim asuhan Roberto Martinez yang sedang berupaya menahan gempuran La Roja.
Performa Bernardo Silva Portugal disorot tajam karena serangkaian pelanggaran tidak perlu dan kegagalannya mengonversi peluang emas di menit akhir laga. Padahal, Spanyol baru saja mencatatkan sejarah di FIFA World Cup sebagai tim pertama yang berhasil membukukan enam clean sheet berturut-turut setelah gol telat Mikel Merino di masa injury time membungkam pendukung Portugal.
Kekecewaan suporter memuncak saat pemain yang baru saja pindah ke Real Madrid tersebut gagal menyundul bola umpan silang Francisco Conceicao meski berada dalam posisi bebas di depan gawang Unai Simon. Kegagalan ini dianggap menutup peluang terakhir bagi Cristiano Ronaldo untuk meraih trofi juara dalam karier internasionalnya yang kemungkinan besar berakhir di turnamen ini.
“Bernardo Silva adalah pemain pengganti terburuk dalam sejarah sepak bola. Dia menghancurkan turnamen Portugal hanya dalam beberapa menit setelah masuk ke lapangan,” tulis salah satu penggemar melalui media sosial yang dikutip dari laporan pasca pertandingan di Dallas.
Kekalahan ini membuat Federacao Portuguesa de Futebol harus mengevaluasi total komposisi skuad mereka mengingat generasi emas yang dipimpin Ronaldo gagal mengulang kesuksesan tahun 2006. Sementara itu, Bernardo Silva Portugal harus menerima kenyataan pahit setelah dituding netizen melakukan pelanggaran konyol yang memicu lahirnya tendangan bebas berujung gol bagi kemenangan Spanyol.






