NEW JERSEY, HAWA – Tim nasional Brasil tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah menderita kekalahan menyakitkan 1-2 dari Norwegia pada babak 16 besar yang berlangsung 05/07. Pertandingan di MetLife Stadium tersebut menjadi saksi bisu kegagalan tim Samba membendung dua gol dari penyerang tajam Erling Haaland.
Kekalahan ini memicu kemarahan publik dan media di negara asalnya yang melabeli penampilan tim sebagai pengecut serta memalukan. Hasil minor tersebut juga memastikan Brasil harus memperpanjang puasa gelar juara dunia mereka menjadi 28 tahun setelah terakhir kali berjaya di Korea Selatan dan Jepang.
Legenda sepak bola dunia asal Brasil turut angkat bicara mengenai kegagalan tragis yang dialami oleh negaranya tersebut. Ia menyoroti beberapa keputusan taktis yang dianggap tidak masuk akal dalam turnamen sebesar ini.
“Carlo Ancelotti adalah salah satu pelatih terbaik dalam sejarah, tapi malam itu ia membuat terlalu banyak kesalahan,” kata Ronaldo Nazario, Mantan Pemain Timnas Brasil.
Ronaldo merasa heran dengan komposisi skuad yang dibawa, terutama karena Brasil tersingkir dari Piala Dunia 2026 tanpa kehadiran beberapa pemain kunci yang sedang on-fire. Ia mengkritik keras keputusan pelatih yang mengabaikan performa Joao Pedro di level klub.
“Saya tidak mengerti mengapa Joao Pedro tidak masuk skuad. Endrick membawa energi setiap kali masuk, tapi ia lebih banyak duduk di bangku cadangan,” kata Ronaldo Nazario, Mantan Pemain Timnas Brasil.
Media lokal UOL bahkan menyebut bahwa pelatih asal Italia tersebut seolah mati dalam pelukan Neymar karena terlalu memaksakan pemain yang belum bugar 100 persen. Hal ini dianggap merugikan dinamika permainan tim secara keseluruhan sepanjang turnamen berlangsung.
“Itu bukan Neymar yang mati memeluk Ancelotti, melainkan Ancelotti yang mati memeluk Neymar,” kata Kolumnis UOL, Pengamat Sepak Bola Brasil.
Kegagalan ini memaksa federasi untuk melakukan evaluasi besar-besaran terhadap struktur kepelatihan tim nasional. Publik kini menuntut adanya perubahan signifikan setelah Brasil tersingkir dari Piala Dunia 2026 demi mengembalikan kejayaan mereka di masa depan.






