STADION PIALA DUNIA, HAWA – Kiper veteran Vozinha dinobatkan sebagai Man of the Match setelah tampil heroik menjaga gawang Cape Verde tetap steril dari gempuran Spanyol, menghasilkan skor imbang 0-0 dalam laga pembuka Grup H Piala Dunia 2026 pada Senin, 15 Juni 2026. Pertandingan yang digelar di hadapan 67.640 penonton ini menjadi debut bersejarah bagi Cape Verde di ajang tertinggi sepak bola dunia.
Tim Matador, Spanyol, mendominasi jalannya pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 68 persen dan total 24 percobaan tembakan. Namun, lini serang Spanyol tumpul di hadapan penampilan fenomenal Vozinha.
Cape Verde yang bermain disiplin mampu meredam setiap serangan Spanyol. Mereka berhasil mencatat hasil imbang bersejarah yang diwarnai aksi penyelamatan gemilang sang kiper, Vozinha Man of the Match pada laga krusial ini.
Beberapa peluang emas Spanyol dimentahkan oleh mistar gawang dan terutama oleh ketangkasan Vozinha. Pada menit ke-39, tendangan Ferran Torres membentur mistar, lalu sambaran Oyarzabal sukses digagalkan Vozinha. Begitu pula tembakan jarak dekat Torres di menit ke-45 dan upaya Mikel Merino di menit ke-73, semuanya takluk oleh kehebatan Vozinha.
Meskipun diserang habis-habisan, pertahanan Cape Verde tetap kokoh. Mereka bahkan nyaris mencetak gol di menit 90+1 melalui sundulan Diney Borges yang untungnya diselamatkan oleh kiper Spanyol, Unai Simon. Ini menunjukkan daya juang tinggi Cape Verde, dengan Vozinha sebagai pahlawan utama.
“Kami menciptakan banyak peluang, tetapi tidak cukup klinis di depan gawang. Ini pelajaran penting untuk laga berikutnya,” kata Luis de la Fuente, Pelatih Spanyol.
“Kami tahu Spanyol akan mendominasi. Fokus kami adalah bertahan rapat dan memanfaatkan setiap kesempatan. Hasil imbang ini sangat berharga bagi kami,” kata Bubista, Pelatih Cape Verde.
Vozinha, yang menjadi Man of the Match, berbagi perasaannya. “Saya hanya melakukan tugas saya. Ini adalah momen bersejarah bagi Cape Verde dan saya bangga bisa membantu tim,” kata Vozinha, Kiper Cape Verde.
Sementara itu, gelandang Spanyol, Pedri, mengungkapkan penyesalannya. “Saya harus lebih hati-hati. Tekanan tinggi membuat saya melakukan tekel keras,” kata Pedri, Gelandang Spanyol.
Vozinha, kiper berusia 40 tahun, membuktikan kemampuannya sebagai salah satu pemain tertua yang tampil di Piala Dunia 2026. Ia memiliki pengalaman panjang di klub lokal dan liga Afrika, dikenal dengan refleks cepat dan kepemimpinannya. Penampilan Vozinha Man of the Match ini adalah puncak kariernya.
Sebelumnya, ia adalah pilar utama Cape Verde dalam kualifikasi Piala Dunia 2026, mencatat enam kemenangan dan satu hasil imbang. Kehadiran Vozinha di bawah mistar gawang adalah faktor kunci keberhasilan Cape Verde.
Hasil imbang ini membuat Spanyol kini hanya mengoleksi satu kemenangan dari tujuh laga terakhir di Piala Dunia. Mereka tetap difavoritkan lolos, namun wajib memenangkan laga berikutnya melawan Arab Saudi untuk menjaga peluang. Kegagalan mencetak gol melawan Cape Verde ini menjadi catatan penting.
Bagi Cape Verde, hasil imbang melawan tim unggulan ini membuka peluang besar untuk melaju ke babak selanjutnya. Dengan pertahanan solid dan semangat juang, mereka berpotensi mencuri poin dari Uruguay atau Arab Saudi. Jika mampu meraih minimal empat poin tambahan, lolos ke babak 16 besar sangat terbuka. Federasi Sepak Bola FIFA akan mengawasi ketat persaingan Grup H.
Saat ini, Spanyol dan Cape Verde sama-sama mengoleksi satu poin di Grup H. Laga kedua akan menjadi penentu arah klasemen dan semakin memanaskan persaingan di grup tersebut.





