23 Agustus 2026

Kontroversi VAR Argentina Mesir Guncang Piala Dunia 2026, FIFA Dituding Berpihak

Kontroversi VAR Argentina Mesir

ATLANTA, HAWA – Pertandingan babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 antara Argentina melawan Mesir pada Selasa, 7 Juli 2026 waktu setempat di Stadion Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Argentina, namun diselimuti Kontroversi VAR Argentina Mesir yang memanas, memicu protes keras dari kubu Mesir.

Gol kemenangan Argentina yang dicetak oleh Enzo Fernández pada menit 90+2 menjadi puncak dari serangkaian keputusan kontroversial wasit Francois Letexier yang melibatkan VAR. Insiden ini berawal dari dua gol Mesir yang dicetak Yasser Ibrahim (15’) dan Mostafa Ziko (58’), yang sempat membuat Argentina tertinggal 0-2.

Argentina kemudian bangkit melalui gol Cristian Romero (79’) dan Lionel Messi (83’) sebelum gol penentu dari Enzo Fernández. Namun, kubu Mesir menyoroti keputusan VAR yang menganulir gol kedua mereka karena dianggap ada pelanggaran terhadap Lisandro Martínez, serta dugaan pelanggaran terhadap Mohamed Salah sebelum gol ketiga Argentina yang tidak ditinjau ulang.

Keputusan wasit yang dinilai tidak konsisten ini segera memicu gelombang kemarahan di media sosial X. Banyak suporter dan pengamat menuding FIFA berpihak kepada Argentina, dengan asumsi ingin menjaga daya tarik turnamen Piala Dunia 2026 tetap tinggi, terutama dengan kehadiran bintang seperti Lionel Messi.

Meskipun ESPN dan The Guardian menilai keputusan VAR tersebut sesuai dengan Laws of the Game, beberapa pihak lain menerapkan pendekatan ‘hermeneutics of suspicion’. Mereka melihat adanya potensi pengaruh industri dan popularitas pemain seperti Messi dalam pengambilan keputusan di turnamen besar. Informasi lebih lanjut mengenai Laws of the Game dapat ditemukan di situs resmi Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB).

“Syifa Amin Widigdo dari Universitas Muhammadiyah, merekomendasikan FIFA untuk membuka komunikasi VAR lebih transparan dan menjaga konsistensi keputusan wasit. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan integritas dan kepercayaan publik terhadap kompetisi sepak bola tertinggi,” kata Syifa Amin Widigdo, pakar filsafat dan etika olahraga.

Akibat dari Kontroversi VAR Argentina Mesir ini, Argentina berhasil melaju ke perempat final Piala Dunia 2026 dan akan menghadapi Swiss. Sementara itu, Mesir harus tersingkir dari turnamen dengan rasa kekecewaan mendalam, setelah merasa menjadi korban ketidakadilan.

Pertandingan ini menjadi bukti bahwa VAR, meski bertujuan menegakkan keadilan, terkadang justru memicu perdebatan sengit dan merusak kepercayaan publik. Narasi Kontroversi VAR Argentina Mesir ini bukan hanya tentang skor, tetapi juga integritas dan moralitas sepak bola di kancah global.